Pulau Bali sudah menjadi salah satu pulau idola bagi para wisatawan, baik lokal maupun internasional. Bagaimana tidak, pulau Bali terkenal karena keindahan-keindahan wisata alam yang dimilikinya, mulai dari pantai, hingga ke air terjun yang mampu menyihir para wisatawan. Namun sekarang pulau Bali tidak hanya terkenal karena pantai Kuta atau Tanah Lotnya saja. Bali kini memiliki destinasi wisata baru berupa air terjun yang belum banyak terekspos yang bisa dijadikan alternatif saat berlibur.
Air terjun Tibumana, itulah namanya. Sebuah objek wisata yang bertempat di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali. Untuk suasananya masih sangat asri, alamnya pun masih sejuk dan hijau.
Untuk bisa sampai ke sini, para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga. Jalan yang sedikit terjal sementara ini dibuatkan tangga dari kayu. Memang membutuhkan perjuangan yang ekstra, namun kelelahan itu akan terbayar saat pengunjung tiba di lokasi.
Setiba dilokasi, kalian akan disambut dengan dua air terjun kembar setinggi 20 meter. Airnya sangat deras mengguyur. Ada banyak sekali anak muda maupun keluarga yang asik mengabadikan foto mereka di dekat air terjun.
Air terjun Tibumana ini dulunya adalah objek wisata yang terisolasi. Tidak ada warga yang dapat mengakses tempat ini. jika ada yang ingin melihat, warga hanya bisa menyaksikan dari atas tempat di mana air mengalir sebelum terjun.
Namun sekarang warga setempat sadar jika air terjun ini memiliki potensi wisata yang besar. Mereka lalu berinisiatif membuka akses jalan untuk mempermudah mencapai lokasi. Semua warga bergotong royong demi bisa menjadikan air terjun ini menjadi objek wisata yang dapat dinikmati oleh banyak orang.
Namun yang menjadi permasalahan klasik objek wisata adalah sampah. Hal ini tentu saja menjadi tanggung jawab bersama, pengunjung diminta untuk memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan objek wisata, serta dapat mendukung kelestarian lingkungan.
Tebing-tebing yang diselimuti lumut hijau, air terjun berwarna jernih serta tibu (palung sungai yang dalam) berwarna biru menjadi perpaduan yang menarik. Ini bisa dijadikan spot yang menarik untuk foto.
Namun di balik keindahan ini, pengunjung juga harus tetap berhati-hati. Di sisi kiri, terlihat tumpukan tanah bekas longsor. Peringatan pun akhirnya dipajang agar membuat pengunjung tetap berhati-hati.
Ada Goa dan Tempat Pemandian Niskala
Di antara dua air terjun kembar Tibumana, ada sebuah lubang menganga terlihat jelas di belakangnya. Warga pun banyak yang mempercayai bahwa goa tersebut adalah jalan pinntas menuju Pura Goa Raja Besakih. Namun itu semua hanyalah sebatas keyakinan. Sampai saat ini belum ada bukti yang sahih menyatakan demikian. Tidak ada satupun warga yang berani memasuki goa tersebut.
Pengunjung diperbolehkan mandi di air terjun Tibumana. Namun meruak kemudian cerita bahwa tempat tersebut adalah tempat pesiraman (pemandian) niskala. Demi menghormati kepercayaan itu, kini pengunjung tidak diperkenankan mandi lagi.
Air terjun Tibumana, itulah namanya. Sebuah objek wisata yang bertempat di Banjar Bangun Lemah Kawan, Desa Apuan, Kecamatan Susut, Bangli, Bali. Untuk suasananya masih sangat asri, alamnya pun masih sejuk dan hijau.
Untuk bisa sampai ke sini, para pengunjung harus melewati puluhan anak tangga. Jalan yang sedikit terjal sementara ini dibuatkan tangga dari kayu. Memang membutuhkan perjuangan yang ekstra, namun kelelahan itu akan terbayar saat pengunjung tiba di lokasi.
Setiba dilokasi, kalian akan disambut dengan dua air terjun kembar setinggi 20 meter. Airnya sangat deras mengguyur. Ada banyak sekali anak muda maupun keluarga yang asik mengabadikan foto mereka di dekat air terjun.
Air terjun Tibumana ini dulunya adalah objek wisata yang terisolasi. Tidak ada warga yang dapat mengakses tempat ini. jika ada yang ingin melihat, warga hanya bisa menyaksikan dari atas tempat di mana air mengalir sebelum terjun.
Namun sekarang warga setempat sadar jika air terjun ini memiliki potensi wisata yang besar. Mereka lalu berinisiatif membuka akses jalan untuk mempermudah mencapai lokasi. Semua warga bergotong royong demi bisa menjadikan air terjun ini menjadi objek wisata yang dapat dinikmati oleh banyak orang.
Namun yang menjadi permasalahan klasik objek wisata adalah sampah. Hal ini tentu saja menjadi tanggung jawab bersama, pengunjung diminta untuk memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan objek wisata, serta dapat mendukung kelestarian lingkungan.
Tebing-tebing yang diselimuti lumut hijau, air terjun berwarna jernih serta tibu (palung sungai yang dalam) berwarna biru menjadi perpaduan yang menarik. Ini bisa dijadikan spot yang menarik untuk foto.
Namun di balik keindahan ini, pengunjung juga harus tetap berhati-hati. Di sisi kiri, terlihat tumpukan tanah bekas longsor. Peringatan pun akhirnya dipajang agar membuat pengunjung tetap berhati-hati.
Ada Goa dan Tempat Pemandian Niskala
Di antara dua air terjun kembar Tibumana, ada sebuah lubang menganga terlihat jelas di belakangnya. Warga pun banyak yang mempercayai bahwa goa tersebut adalah jalan pinntas menuju Pura Goa Raja Besakih. Namun itu semua hanyalah sebatas keyakinan. Sampai saat ini belum ada bukti yang sahih menyatakan demikian. Tidak ada satupun warga yang berani memasuki goa tersebut.
Pengunjung diperbolehkan mandi di air terjun Tibumana. Namun meruak kemudian cerita bahwa tempat tersebut adalah tempat pesiraman (pemandian) niskala. Demi menghormati kepercayaan itu, kini pengunjung tidak diperkenankan mandi lagi.
Air Terjun Tibumana Bali - Destinasi Baru Bagi Wisatawan
4/
5
Oleh
admin
